20 juli 2000. Hari
itu hari bahagiamu nak, hari itu kau wisuda
TK. Mama bahagia melihatmu memakai toga kecil dengan baju wisuda yang agak besar. Kau bilang, “mama.. nanti
mama gak usah masukin putri di sekolah gede, kan sayang uangnya. Ini juga udah kayak sekolah gede kan ma bajunya”
sungguh lucu mama ingat ucapan dari bibir mungil mu itu nak, kau bilang kau tak
perlu untuk disekolahkan di universitas, aduh naak.. bagaimana pun keuangan mama, kau tetap akan
mamah kuliahkan.
Oktober 2001. “kenapa putri gak mau sekolah, katanya mau
jadi ibu pilot. Ibu pilot itu harus pinter” mamah terus memaksa mu untuk terus
sekolah nak, tapi kau tak mau. Kau bilang kalau sekolah itu banyak orang jahat,
kau bilang uang jajan yang mama berikan ke-kamu habis oleh temen sekelas mu
yang bernama toni. Mama hanya tertawa
mendengar ocehan mu itu, lalu kau berkata yang lucu sekali sampai-sampai mama
geli mendengarnya, kau bilang “nanti kalau mama ga temenin putri sekolah, putri
mau ngajak papa aja. Mamah gak boleh deketin papa, papa punya putri” haha.. dengan
sedikit mengancam kau berlalu kekamar mu. Papa mu memang milik mu nak, milikmu
dan Mama.
4 oktoberi 2005. Kau terkejut akan kejutan dari mama dan papa,
pipi mu merah bak kepiting rebus yang sering papa mu buat. Hari ini usia mu
telah menginjak 10 tahun, sungguh pencapain yang luarbiasa dari kehidupan mama.
Terselip maaf di hari bahagiamu pada dirimu dan papa, terlintas dibenak mama
lelaki yang telah lama membuat batin dihati mama, membuat rasa malu
terhadap Tuhan, membuat mual jika mama
terus mengingatnya walaupun sebenarnya lelaki itu ayah kandung mu nak, teman
kerja ayahmu. Yang pada tanggal 12 januari 1994 telah membuat dirimu ada
dirahim mama, papamu tak tau,jika dirimu bukan hasil dari
spermanya. Ahh dasar ingatan bodoh! Mama malu mengingat nya, mama benci dengan
lelaki itu. Lelaki itu telah membuat
penyesalan mama terhadap papamu,
lelaki yang mama sangat cinta. Tapi, putri kasih mama, kau takperlu tau akan
hal ini karna papamu saat ini adalah papamu, orang tua mu, lelaki hebat di
hidup mu tak seperti ayah kandung mu.
24 maret 2011. Lihat nak! Itu ayah kandungmu, lihat dengan
congkaknya dia berbincang dengan papa mu tanpa ada penyesalan akan perbuatannya
18 tahun lalu, dia membawa anak nya yang berumur sama dengan mu. Kau terlihat tersipu malu
melihat anak si lelaki bodoh itu, jangan pandangi dia seperti itu nak.. dia tak
baik, dan mungkin dia sama bodohnya dengan ayahnya. Mama menarik tangan mu
untuk pulang dengan alasan, mama punya janji dengan temen arisan mama dan papa
mu mengizinkan tapi kau berusaha menolak paksaan mama, “aku mau pulang dengan
papa” begitu pintamu. Mama mengikhlaskanmu untuk berbincang dengan anak lelaki
itu walau terbentuk kekecewaan diwajah mama.
Selarut ini kah
kalian pulang, menagapa lama sekali nak. Kau dibawa kemana oleh lelaki itu?
Mama terus mengintrogasi mu, tapi kau bilang “mama kayak ga pernah muda aja”
dengan sedikit candaan dan kedipan mata kau lontarkan ke papamu dan kau pun
berlalu ke kamarmu dengan sedikit lantunan lagu Bunga Citra Lestari kalau tak
salah “tuhan yang tau kucinta kauuuu ”.
Ya tuhan kau jatuh cinta kah nak? Dengan anak lelaki itu? Mungkin kah ini karma
atas perbuatan buruk mamah yang lampau? Yang mengakibatkan kau jatuh cinta pada
anak lelaki bodoh itu? Sungguh ampuni aku Tuhan…
-THE END
Karmeli ^^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar